Selasa, 13 September 2016

Jenis – Jenis Pertumbuhan Tanaman

Jenis – Jenis Pertumbuhan Tanaman


LAPORAN PRAKTIKUM

Oleh :
Kelompok  1
1.      Miftahul Ulum                             (151510501085)
2.       Asmuni                                         (091510501083)
3.      Rohikim Mahtum                          (111510601099)
4.      Zulfa Nuril H                                (151510501001)
5.      Winda Dwi L                                (151510501002)
6.      Indah Sri Wulandari                     (151510501081)
7.      Izzul Lubaba                                 (151510501114)
8.      Tic Tic Meilinda                            (151510501120)
9.      Toriq Nurul I                                 (151510501301)



PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
LABORATORIUM FISIOLOGI TUMBUHAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2015
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Indonesia merupakan wilayah yang sangat akan keragaman sumber daya alam. Tanaman tumbuh di wilayah indonesia sangatlah beragam yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Pertanian merupakan sektor utama perekonomian negara Indonesia. Pertanian di Indonesia di tanami berbagai komoditas tanaman mulai dari tanaman pangan, minuman, dan tanaman obat- obatan. Kondisi iklim tropis di wilayah Indonesia sangat mendukung atas berlangsungnya kehidupan berbagai jenis tanaman yang memiliki varietas tanaman yang cukup beragam.
Keanekaragaman jenis tanaman harus dikelola dengan baik di Indonesia. Indonesia sebagai negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai seorang petani. Tanaman memberikan banyak manfaat bagi kehidupan. Tanaman menghasilkan oksigen yang diperoleh dari hasil fotosintesis dan di gunakan manusia untuk bernafas. Tanaman juga menyumbangkan sumber energi bagi manusia yang memperoleh dari hasil tanamannya. Manusia perlu merawat dan melestarikan tanaman agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Pertumbuhan tanaman merupakan proses bertambahnya volume yang bersifat irreversible (tidak dapat balik). Perkembangan merupakan proses terspesialisasinya sel tanaman menjadi struktur dan fungsi tertentu. Tanaman dapat dikatakan sehat apabila pertumbuhan dan perkembangan terjadi secara bersamaan. Pertumbuhan dan perkembangan tanamandibedakan menjadi tiga yaitu tahap vegetatif, reproduktif, reproduktif, dan penuaan. Pertumbuhan secara vegetatif perlu diperhatikan karena pada tahap tersebut tanaman memerlukan perlakuan khusu untuk bisa melanjutkan kehidupannya.
Pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman dimulai dengan perkecambahan biji. Perkecambahan berkembang menjadi tanaman kecil yang sempurna, yang kemudian bibit tersebut tumbuh membesar. Pertumbuhan saat mencapai masa tertentu, tanaman akan mengalami proses berbunga dan menghasilkan biji. Perkecambahan tanaman melibatkan proses fisika yaitu biji menyerap air melalui proses imbibisi akibat potensial air yang rendah pada biji yang kering. Perkecambahan dimulai apabila proses imbibisi sudah berjalan secar optimal. Perkecambahan terjadi jika semua unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman terpenuhi, yaitu cahaya matahari, suhu yang sesuai, udara yang cukup, dan air yang cukup. Jika salah satu unsur tersebut tidak dapat terpenuhi dengan baik, maka dapat dipastikan biji akan tetap dalam keadaan tidur atau mengalami dormansi.
Perkecambahan biji dibedakan menjadi dua yaitu perkecambahan hipogeal dan epigeal. Perkecambahan hipogeal adalah apabila epikotil tanaman memanjang sehingga daun lembaga ikut terangkat ke atas permukaan tanah, tetapi kotiledon tetap di dalam tanah. Perkecambahan epigeal adalah apabila hipokotil memanjang sehingga daun lembaga dan kotiledon  terangkat ke atas tanah. Tanaman dengan perkecambahan hipogeal monokotil (jagung) dan hipogeal dikotil (kacang kapri), sedangkan contoh perkecambahan epigeal monokotil (bawang merah) dan epigeal dikotil (kedelai).


1.2  Tujuan
Mahasiswa memahami dan mengerti jenis-jenis pertumbuhan tanaman dan dapat membedakan berdasarkan morfologi dan fungsinya.





BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Biji merupakan organ reproduksi generatife pada tumbuhan. Biji memiliki struktur yang terdiri dari tiga bagian pokok yaitu kulit biji, embrio, dan endosperma. Biji mampu menyerap air pada saat kondisi lembab, sehingga embrio yang ada di dalamnya akan aktif dan cenderung tumbuh serta berkembang menjadi kecambah kecil. Perkecambahan tergantung dari persediaan makanan yang terdapat dalam biji (Aprilia, 2011).
Perkecambahan biji dibagi dua yaitu, perkecambahan di atas tanah (epigoeis), yaitu jika pada perkecambahan, karena pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga, daun lembaganya ke atas, muncul di atas tanah. Perkecambahan di bawah tanah (hypogeis), jika daun lembaga tetap tinggal di dalam kulit biji, dan tetap di dalam tanah (Tjitrosoepomo, 2011).
Pertumbuhan biji untuk melakukan perkecambahan dipengaruhi oleh beberapa unsur yaitu tekstur, struktur, drainase, kandungan hara, kandungan bahan organik, dan kemampuan media tanam menyimpan kelembapan tanah sebagai media tanamnya. Biji akan berkecambah dengan baik apabila unsur tersebut terpenuhi. Biji akan berubah bentuk dengan munculnya radikula (Faridah dkk., 2012).
Perkecambahan bagian biji terus mengalami pembelahan samapai menjadi tanaman. Pembelahan terjadi secara morfogenesis yaitu proses perkembangan bentuk bagian tubuh embrio. Pertumbuhan biji dimulai dengan kegiatan sel dan enzim-enzim serta naiknya tingkat respirasi biji. Pertumbuhan dan perkembangan dari biji akan berubah bentuk yaitu munculnya radikula atau calon akar (Huson et al., 2014).
Tumbuhan membutuhkan nutrisi atau makanan yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan. Fungsi nutrisi antaranya adalah sebagai bahan pembangun. Nutrisi dapat membentuk organ-organ yang memiliki struktur dan fungsi yang berbeda yaitu terbentuk akar, batang, daun, dan bunga. Nutrisi juga dapat membantu pertumbuhan karena terjadi perubahan yaitu biji berkecambah hingga menjadi tumbuh dewasa (Wicaksono dkk., 2014).
Tumbuhan dalam proses pertumbuhan sangat terpengaruh oleh adanya air yang terdapat dalam lingkungan yang ditempati. Biji dalam proses menuju perkecambahan sangat tergantung pada adanya air di lingkungan yaitu biji menyerap air untuk mengaktifkan enzim-enzim dalam biji. Perkecambahan biji akan tertunda apabila tidak adanya air dan biji akan mengalami dormansi (Song Ai dkk., 2013).
Kehidupan tanaman sangat membutuhkan air. Perkecambahan pada biji jika kekurangan air akan mempengaruhi pertumbuhan vegetatif tanaman. Proses ini pada sel-sel tanaman ditentukan oleh tegangan turgor. Pertumbuhan akan mengalami hilangnya turgiditas dapat menghentikan pertumbuhan sel (penggandaan dan pembesaran) yang akibatnya pertumbuhan tanaman terhambat (Muis dkk., 2013).
Pertumbuhan pada tanaman memerlukan cahaya matahari secara langsung namun kondisi tumbuhan lemah, batang tidak kokoh, daun kecil, dan tanaman tanpak pucat. Faktor atau penyebab yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan tumbuhan, tanaman, dan perkecambahan. Pertumbuhan pada perkecambahan yang terpengaruhi oleh faktor tersebut  akan mengalami berbelok arah menghindari sumber cahaya matahari (Kittiwong Wattana et al., 2013).
Pertumbuhan tanaman memerlukan cahaya untuk fotosintesis. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas dimana fotosintesis belangsung. Rangkaian reaksi dibagi dua yaitu reaksi terang (memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida (Zarandi et al., 2015)
Pertumbuhan tanaman dipengaruhi beberapa faktor yaitu suhu atau temperatur lingkungan, kelembaban atau kelembaban udara, cahaya matahari, dan faktor hormon pada biji. Pertumbuhan pada biji juga dipengaruhi oleh keberadaan mikroba disekitar lingkungan hidupnya atau media tanam kecambah tersebut. Pertumbuhan biji akan sangat baik apabila semua kebutuhan yang diperlukan oleh biji terpenuhi (Saharan et al., 2011).


BAB 3. METODE PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum fisiologi tumbuhan tentang “Jenis-Jenis Pertumbuhan Tanaman” dilaksanakan pada hari Minggu, 4 Oktober 2015 pukul 06.00 – 07.00 WIB di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Jember.

3.2 Bahan dan Alat
3.2.1 Bahan
1.    Benih tanaman bawang merah.
2.    Benih tanaman jagung.
3.    Benih tanaman kedelai.
4.    Benih tanaman kacang kapri.
5.    Media tanam (pasir).

3.2.2 Alat
1.    Bak pengecambah
2.    Beaker glass
3.    Kertas Label

3.3 Cara Kerja
1.    Menyiapkan alat dan bahan.
2.    Mengisi bak pengecambah dengan bahan tanam ½ bagian dari tinggi bak   pengecambah.
3.    Membuat lajur secara berurutan dengan ditandai menggunakan kertas label pada setiap jenis benih dan pengulangannya.
4.    Merendam benih pada air dalam beaker glass selama 15 menit.
5.    Menanam benih pada bak pengecambah.
6.    Melakukan perawatan dan memelihara setiap hari.
7.    Melakukan pengamatan akhir.

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Tabel 1. Pengamatan Jenis- Jenis Pertumbuhan Tanaman
No
Jenis Tanaman
Ul
Gambar
H7
H14
Hipokotil
Epikotil
Kecambah
Hipokotil
Epikotil
Kecambah
1
Bawang
merah
1
IMG-20151018-WA0006.jpg
-
-
-
4
7,5
11,5
2
-
-
-
4
6,6
10,6
3
-
-
-
2
7,2
9,2
2
Jagung
1
IMG-20151018-WA0004.jpg
-
10,3
-
2
37
39
2
-
9,3
-
2
35,6
37,6
3
-
8,5
-
2
35,5
37,5
3
Kedelai
1
IMG-20151018-WA0005.jpg
-
-
-
11,5
14
25,2
2
-
-
-
8
12,5
20,5
3
-
-
-
8,2
12
20,2
4
Alpukat
1
IMG-20151018-WA0000.jpg
-
-
-
-
-
-
2
-
-
-
-
-
-


4.2 Pembahasan
Dari hasil tabel pengamatan diatas kita dapat melihat laju perkecambahan pada biji bawang merah, jagung, kedelai, dan alpukat. Biji merupakan organ reproduksi generatife pada tumbuhan. Biji memiliki struktur yang terdiri dari tiga bagian pokok yaitu kulit biji, embrio, dan endosperma. Biji mampu menyerap air pada saat kondisi lembab, sehingga embrio yang ada di dalamnya akan aktif dan cenderung tumbuh serta berkembang menjadi kecambah kecil. Perkecambahan tergantung dari persediaan makanan yang terdapat dalam biji (Aprilia, 2011).
Perkecambahan pada biji terus mengalami pembelahan sampai menjadi tanaman. Pembelahan terjadi secara morfogenesis yaitu proses perkembangan bentuk bagian tubuh embrio yang akan aktif apabila sudah mengalami proses imbibisi. Pertumbuhan biji dimulai dengan kegiatan sel dan enzim-enzim serta naiknya tingkat respirasi biji. Pertumbuhan dan perkembangan dari biji akan berubah bentuk yaitu munculnya radikula atau calon akar (Huson et al., 2014)
Pada tabel pengamatan diatas dari 10 pengulangan tanaman dipilih 3 tananam yang terbaik. Minggu pertama (H7), yaitu jenis tanaman monokotil epigeal (bawang merah) tidak mengalami perkecambahan. Jenis tanaman monokotil hypogeal (jagung) mengalami pertumbuhan yaitu panjang epikoti terbaik 10,3 cm, 9,5 cm, dan 8,5 cm. Jenis tanaman dikotil epigeal (kedelai) tidak menunjukkan perkecambahan. Jenis tanaman dikotil hypogeal (alpukat) tidak mengalami perkecambahan.
Pada tabel pengamatan diatas minggu kedua (H14), yaitu jenis tanaman monokotil epigeal (bawang merah) ulangan satu mempunyai panjang hipokotil 4 cm, panjang epikotil 7,5 cm, dan panjang kecambah 11,5 cm. Ulangan dua yaitu panjang hipokotil 4 cm, panjang epikotil 6,6 cm, dan panjang kecambah 10,6 cm. Ulangan tiga yaitu panjang hipokotil 2 cm, panjang epikotil 7,2 cm, dan panjang kecambah 9,2 cm Jenis tanaman monokotil hypogeal (jagung) ulangan satu memiliki panjang hipokotil 2 cm, epikotil 37 cm dan panjang kecambah 39 cm. Ulangan dua yaitu panjang hipokotil 2 cm, epikotil 35,6 cm, dan panjang kecambah 37,6 cm. Ulangan tiga yaitu panjang hipokotil 2 cm, epikotil 35,5 cm, dan panjang kecambah 37,5 cm. Pada jenis tanaman dikotil epigeal (kedelai) ulangan satu mempunyai panjang hipokotil 11,5 cm, epikotil 14 cm, dan panjang kecambah 25,2 cm. Ulangan dua yaitu panjang hipokotil 8 cm, epikotil 12,5 cm, dan panjang kecambah 20,5 cm. Ulangan tiga yaitu panjang hipokotil 8,2 cm, panjang epikotil 12 cm, dan panjang kecambah 20,2 cm. Sedangkan pada jenis tanaman dikotil hypogeal (alpukat) tidak mengalami perkecambahan.

Perkecambahan tanaman ada dua yaitu perkecambahan di atas tanah (epigoeis), yaitu jika pada perkecambahan, karena pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga, daun lembaganya ke atas, muncul di atas tanah. Perkecambahan di bawah tanah (hypogeis), jika daun lembaga tetap tinggal di dalam kulit biji, dan tetap di dalam tanah (Tjitrosoepomo, 2011).
            Menurut Aprilia (2011), jenis perkecambahan tanaman dibagi menjadi dua yaitu epigeal dan hipogeal. Perkecambahan epigeal, pertumbuhan radikula jauh melebihi pertumbuhan plumula pada tahapan awal sampai suatu struktur lengkung terbentuk yang mampu menarik keping-keping biji keluar dari kulit sehingga menuju ke atas tanah. Sedangkan perkecambahan hipogeal, daun muda diselubungi oleh koleoptil yang menyerupai pelepah memanjang hingga mulai terkena cahaya sehingga kotiledon berada di bawah permukaan tanah.
            Pertumbuhan pada biji bawang merah, jagung, kedelai, dan alpukat dipengaruhi oleh tiga faktor lingkungan. Faktor pertama adalah iklim yang meliputi suhu udara, radiasi sinar matahari, angin, dan kelembaban. Faktor kedua adalah tanah dan kandungan unsur hara yang terdapat dalam tanah. Faktor ketiga adalah biotik, seperti hama dan penyakit. Pertumbuhan juga dipengaruhi oleh cahaya matahari yang merupakan sumbee energi tanaman dan merupakan salah satu unsur iklim yang berperan penting dalam menentukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman (Firmansyah dkk., 2009).
            Darwati dalam Solichatun dkk., (2005), terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman antara lain kesuburan tanah, kondisi iklim, dan ketersediaan air dalam tanah atau media yang digunakan. Kebutuhan bagi tumbuhan berbeda-beda, tergantung jenis tumbuhan dan fase pertumbuhannya. Pada proses pertumbuhan akar tumbuhan tumbuh ke dalam tanah yang lembab dan menarik air kritis dalam tanah. Air yang dapat diserap dari tanah oleh akar tumbuhan akan di alirkan ke seluruh bagian tubuh tanaman, sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang.



BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1  Kesimpulan
1.    Perkecambahan dimulai dari proses imbibisi, yaitu proses masuknya air kedalam biji. Proses ini dibutuhkan untuk melunakkan cangkang biji dan mengaktifkan enzim giberelin.
2.    Berdasarkan letak kotiledonnya perkecambahan dibagi menjadi dua yaitu perkecambahan epigeal dan perkecambahan hipogeal. Perkecambahan epigeal apabila kotiledon tumbuh dan menembus ke atas permukaan tanah. Perkecambahan hipogeal jika kotiledon tetap berada dibawah  permukaan tanah.
3.    Keberhasilan pertumbuhan pada kecambah dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Jika faktor internal dan eksternal tidak terpenuhi maka pertumbuhan kecambah tidak maksimal.

5.2  Saran
Praktikum jenis-jenis pertumbuhan tanaman seharusnya dilakukan dengan pemilihan benih varietas unggul agar tanaman dapat berkecambah. Pengaturan kebutuhan tanaman seperti intensitas cahaya, kebutuhan air, suhu, dan kelembaban yang sesuai seharusnya di perhatikan agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang maksimal.










DAFTAR PUSTAKA

Aprilia, S. 2011. Buku Ajar Interaktif Struktur dan Perkecambahan Biji. Jember. Universitas Jember.
Faridah, E., H. Supriyo, M. G. Wibisono, K. Awati, D. Afiani dan Harfanti. 2012. Akselerasi Pertumbuhan Cendana (Santalum Album) dengan Aplikasi Unsur Hara Makro pada Esensial Tanah. Ilmu Kehutanan, 4(1) : 1 – 3.
Firmansyah, F., T. M. Anngo dan A. M. Akyas. 2009. Pengaruh Umur Pindah Tanaman Bibit dan Populasi Tanaman terhadap Hasil dan Kualitas Sayuran Pakcoy (Brassica campestris Chinensis group) yang Ditanam dalam Naungan Kasa di Dataran Medium. Agrikultura, 20(3): 216-224.

Huson, T. 2014. Plant Growth and Morphogenesis Under Different Gravity Conditions  Relevance to Plant Life in Space. Authomorphogenesis, 4(2) : 205 – 216.
Kittiwong, W. C.  and S. V. Haikij. 2013. Effects of Nutrient Media on Vegetative Growth of Lemna Minor and Landoltia Punctata During in Vitro and ex Vitro Cultivation. Science and Technology, 7(01) : 60 – 69.
Muis, A., D. Indradewa dan J. Widada. 2013. Pengaruh Inokulasi Mikroza Arbuskula terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai. Vegetalika, 2(2) : 7 – 20.
Solichatun., E. Anggarwulan dan W. Mudyantini. 2005. Pengaruh Ketersediaan Air terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Bahan Aktif Sapoin Tanaman Gingseng (Talinum paniculatum Gaertn.). Biofarmasi, 3(2): 47-51.
Saharan, BS and V. Nehra. 2011. Plant Growth Promoting Rhizobakteria. Life Science and Medicine Reseach, 21(01) : 119 – 136.
Song Ai, N. dan P. Torey. 2013. Karakter Morfologi Akar Sebagai Indikator Kekurangan Air pada Tumbuhan. Biologi. FMIPA Universitas Sam Ratulangi Manado, 4(2) : 35 – 36.
Tjitrosoepomo, G. 2011. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta. Gajah Mada University Press.
Wicaksono, M. I, M. Rahayu, dan Samanhudi. 2014. Pengaruh Pemberian Mikroza dan Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Bawang Putih. Ilmu Pertanian, 1109(1) : 35-43.
Zarandi, M., A. Hejazi, M. G. B. Najjar and N. Chaparzadeh. 2015. Ligth Intensity Effects on Some Molecular and Biochemical Characteristic of Dunaliella Salina. Plant physiology, 5(2) : 1311– 1321.




















1 komentar:

  1. Hotels near Casino - Mapyro
    Hotels near Casino. Filter 김제 출장샵 by: Best Hotels Close to Casino. Filter 광주 출장안마 by: Largest Casinos in San Francisco, 서울특별 출장샵 CA. Hotels. Hotels 1 - 12 of 천안 출장안마 61 — Search by: 용인 출장마사지 Best Hotels

    BalasHapus