
Pertumbuhan
Meristematik Pucuk dan Akar
LAPORAN PRAKTIKUM
Oleh :
Kelompok 1/A
1.
Miftahul Ulum (151510501085)
2.
Asmuni (091510501083)
3.
Rohikim
Mahtum (111510601099)
4.
Zulfa Nuril H
(151510501001)
5.
Winda Dwi L (151510501002)
6.
Indah Sri
Wulandari (151510501081)
7.
Izzul Lubaba (151510501114)
8.
Tic Tic
Meilinda (151510501120)
9.
Toriq Nurul I (151510501301)
PROGRAM STUDI AGROTEKHNOLOGI
LABORATORIUM FISIOLOGI TUMBUHAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2015
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Pertumbuhan merupakan pertambahan volume
secara irreversible karena banyak organ tanaman yang telah dewasa mengalami
perubahan volume sepanjang hidupnya. Tanaman selalu mengalami proses
pertumbuhan dan berkembang. Tanaman pada saat proses tumbuh dan berkembang
sel-sel yang menyusun tubuh tumbuhan menjadi terspesialisasi untuk menjalankan
berbagi fungsi hidup. Tanaman memiliki beberapa sel di antaranya bergabung
menjadi satu kesatuan membentuk jaringan. Jaringan merupakan kelompok sel yang
memiliki bentuk, susunan dan fungsi yang sama. Tumbuhan pada dasarnya
multiseluler yang merupakan satu unit morfologi. Tumbuhan dikatankan demikian
karena tubuh tumbuhan tersusun dari sel-sel yang berdekatan dengan sel-sel lain
melalui dinding selnya. Penyatuan sel-sel tersebut mungkin karena adanya
zat-zat perekat antar sel. Berbagai sel sebagai jaringan tumbuhan ditemukan
pada organ tumbuhan misalnya pada akar, batang, dan daun.
Pertumbuhan dapat dibagi menjadi dua tahap
yaitu tahap pembelahan sel dan pembesaran atau pemanjangan sel. Pembelahan sel
menghasilkan dua sel anakan, sehingga menambah jumlah sel penyusun tubuh.
Pembelahan sianggap selesai bila ukuran sel anakan telah sama dengan ukuran sel
dewasa atau induknya. Pembesaran atau pemanjangan sel menyebabkan ukuran sel
baru lebih besar dari ukuran sel induk. Pertumbuhan terbatas pada beberapa
bagian tertentu pada tumbuhan. Pertumbuhan biasanya terletak pada bagian bawak
meristem apikal dari tunas akar. Pada beberapa jenis tumbuhan, daerah
pertumbuhannya terletak pada bagian atas atau node. Pertumbuhan juga terjadi
pada bagian-bagian lainnya misalnya, dalam daun dimana sel-sel membesar sampai
pada tingkat tertentu. Pertumbuhan secara lateral terjadi dengan membesarnya
sel-sel yang terletak pada sisi-sisi jaringan kambium pada batang tumbuhan.
Pertumbuhan pada ujung akar dan tajuk pembuluh
tepat di atas nodus tumbuhan monokotil, meristem apikal tajuk dan meristem
apikal akar terbentuk selama proses perkembangan embrio saat pembentukan biji
yang disebut meristen primer. Kambium pembuluh dan daerah meristematik pada
nodus monokotil tidak mudah dikenali,
kecuali setelah tejadi perkecambahan yang dinamakan meristem sekunder.
Praktikum ini untuk mengetahui dan
menentukan letak dari daerah pemanjangan sel pada akar dan tunas. Mengetahui
lebih dalam mengenai daerah tumbuh dan faktor yang mempengaruhinya.
1.2 Tujuan
1. Mahasiswa memahami dan mengerti tentang
pertumbuhan maristematik pada tumbuhan.
2. Mahasiswa memahami dan mengerti bagian-bagian
tajuk dan akar yang mengalami
pertumbuhan maristematik dominan.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
Tumbuhan terdiri dari sel-sel yang
berkumpul membentuk jaringan, kemudian jaringan berkumpul membentuk organ dan
membentuk satu tubuh tumbuhan. Jaringan tumbuhan di bagi menjadi dua macam
yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa. Jaringan meristem adalah jaringan
yang terus membelah sedangkan jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah
berhenti membelah. Jaringan meristem di bagi dua bagian yaitu jaringan meristem
primer dan jaringan meristem sekunder (Drisch dan Stahl, 2015).
Perkembangan embrio semua semua sel
menjalani pembelahan diri, namun dengan pertumbuhan dan perkembangan lebih
lanjut maka pembelahan sel menjadi terbatas di bagian khusus tumbuhan yang
menunjukkan difirensiasi sangat sedikit. Jaringan pada keadaan ini tetap
bersifat embrionik dan sel-sel tersebut mempertahankan kemampuannya membelah
diri. Jaringan embrionik ini pada tumbuhan dewasa disebut meristem (Sugiarto
dkk., 1991).
Dormansi pertumbuhan terdapat
dibagian apeks atau ujung organ, yang disebut sebagian dormansi apikal. Dormansi
apikal diartikan sebagai persaingan antara tunas pucuk dengan tunas lateral
dalam hal pertumbuhan. Dormansi apikal merupakan konsentrasi pertumbuhan pada
ujung tunas tumbuhan, dimana kuncup terminal secara persial menghambat
pertumbuhan kuncup (Ngomuo et al., 2013).
Sistem akar tanaman terus-menerus memberikan batang dan daun
dengan air dan mineral yang terlarut.
Akar untuk mencapai hal tersebut harus tumbuh ke daerah baru dari tanah.
Pertumbuhan dan metabolisme dari sistem akar tanaman didukung oleh proses
fotosintesis yang terjadi di daun. Struktur akar membantu dalam proses ini,
dimana ujung akar terdiri dari jaringan meristem yang sel-selnya berdinding
tipis dan aktif membelah diri (Mai et al., 2014).
Pertumbuhan pada tanaman terutama pada akar tergantung
pada kondisi PH tanah. Pertumbuhan pada akar akan cepat apabila terjadi
pelepasan H+ dan anion organik dari akar. Pertumbuhan akar juga secara osmosis,
proses penyerapan air dan mineral juga melalui proses transpor aktif. Transpor
aktif adalah sistem energi ion-ion dan molekul-molekul membran (selaput) sel
dengan menggunakan energi (Tomioka et al., 2012).
Proses pertumbuhan dan terbentuknya kumpulan sel yang
mempunyai sifat berbeda dinamakan diferensiasi. Sel yang telah mengalami
diferensiasi akan kehilangan sifat embrionalnya dan menjadi jaringan dewasa.
Jaringan yang sel-selnya telah mengalami diferensiasi yang sifatnya
irreversibel (tidak dapat balik). Jaringan dewasa prinsipnya masih mampu tumbuh
membelah dan berdiferensiasi lagi bila ada rangsangan yang diperlukan (Soerodikoesoemo
dan Santosa, 1987).
Pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman dipengaruhi
oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu adanya gen dan hormon
pada biji. Faktor eksternal meliputi air, cahaya, temperatur, oksigen, medium,
dan unsur hara yang tedapat dalam tanah (Anggraeni dkk., 2013).
Akar merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari
tanaman. Akar mempunyai fungsi yang penting bagi kehidupan suatu tanaman.
Fungsi akar yaitu menyerap air dan garam-garam mineral (zat-zat hara) dari
dalam tanah. Fungsi akar juga sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan.
Proses penyerapan air dan mineral dari tanah ke tumbuhan melalui rambut akar
(Firdaus dkk., 2013).
Pertumbuhan dan perkembangan untuk melakukan perbanyakan
in-vitro, yaitu organorgenesis dan embryogenesis. Organorgenesis merupakan
sustu proses membentuk dan menumbuhkan tunas dari jaringan meristem.
Embryogenesis adalah proses pembentukan embrio tanpa melalui fusi gamet, tetapi
berkembang dari sel somatic. Golongan sitokinin berperan untuk menstimulus
pembelahan sel dan merangsang pertumbuhan tunas pucuk (Harliana dkk., 2012).
Pertumbuhan pada ujung jaringan meristem membentuk tunas,
berupa tonjolan kecil yang akan berkembang dan kemudian mempunyai bentuk
seperti induknya dengan ukuran kecil. Tunas dibentuk dalam tubuh induknya
dengan cara pembelahan sel. Pertumbuhan akan cepat apabila kondisi lingkungan
baik, maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi individu baru yang akan
tumbuh menjadi tanaman baru (Lidyawati dkk., 2012).
BAB 3. METODE PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum
fisiologi tumbuhan tentang “Pertumbuhan Meristematik Pucuk dan Akar”
dilaksanakan pada hari Minggu, 11 Oktober 2015 pukul 06.00 – 07.00 WIB di
Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Jember.
3.2 Bahan dan Alat
3.2.1 Bahan
1.
Kecambah kacang
tanah
2.
Bibit kacang
panjang
3.
Media tanam (Tanah,
kompos, dan kapas)
3.2.2 Alat
1.
Bak pengecambah
2.
Beaker glass
3.
Kertas filter
4.
Object glass
5.
Benang
6.
Tinta hitam (tinta
cina)
7.
Penggaris
8.
aguadest
3.3 Cara Kerja
3.3.1
Pertumbuhan Akar
1.
Menyediakan suatu ruangan yang lembab dengan jalan melapisi sisi dalam beaker
glass dengan kertas filter basah/lembab.
2. Melapisi object dengan
glass kertas filter kasar dan basah.
3. Memilih 7 kecambah kacang tanah yang baik
(lurus) dan sehat dengan akar lebih dari 1 cm.
4. Memberi tanda kecil (titik) pada kecambah
dengan tinta cina sebanyak 10 tanda mulai dari ujung akar dengan jarak interval
2 mm. Pada kecambah yang lain memberi tanda dengan jarak 10 mm dari ujung akar
sebagi kontrol.
5.
Meletakkan kecambah tersebut pada object glass dengan diikat. Mengusahakan
ujung akar selalu menempel pada kertas filter. Memasukkan ke dalam beaker glass
yang lembab kemudian simpan di tempat yang gelap.
6. Melakukan pengamatan setelah 48 jam mengukur
jarak diantara interval, menghitung nilai rata-rata panjang pada masing-masing
nomor interval (nomor 1 s/d 10) dan juga panjang rata-rata kontrol (jumlah
panjang kecambah kontrol dibagi banyaknya kecambah kontrol). Kemudian menyusun
dalam bentuk tabel dan membuat grafik (nomor interval sebagi absis dan nilai
rata-rata panjang interval sebagai ordinat) dengan memakai kertas grafik.
3.3.2
Pertumbuhan
Pucuk
1.
Menanam
50 biji kacang panjang dalam bak pengecambah yang telah diisi tanah dan kompos,
kemudian dibiarkan beretiolasi selama 4 hari di tempat gelap.
2.
Memberi
10 tanda pada epikotil dari 5 kecambah dengan interval 2 mm yang diambil dari
pucuk tanaman dengan menggunakan tinta cina.
3.
Menandai
pada 2 kecambah lain dengan satu tanda 20 mm dari pucuk tanaman sebagai
kontrol, kemudian tempatkan pada tempat gelap.
4.
Melakukan
pengamatan setelah 48 jam mengukur jarak diantara interval, menghitung nilai
rata-rata panjang pada masing-masing nomor interval (nomor 1 s/d 10) dan juga
panjang rata-rata kontrol (jumlah panjang kecambah kontrol dibagi banyaknya
kecambah kontrol). Kemudian menyusun dalam bentuk tabel dan membuat grafik
(nomor interval sebagi absis dan nilai rata-rata panjang interval sebagai
ordinat) dengan memakai kertas grafik.
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Tabel 1. Hasil Pengamatan Pertumbuhan Akar
(Kacang Tanah)
|
Jenis
|
Gambar
|
Interval
|
Pengamatan Akar
|
|
|
H0
|
H2
|
|||
|
Kecambah
kacang tanah
|
![]() |
1
|
2 mm
|
10,4 mm
|
|
2
|
2 mm
|
3,2 mm
|
||
|
3
|
2 mm
|
3 mm
|
||
|
4
|
2 mm
|
2,2 mm
|
||
|
5
|
2 mm
|
2,6 mm
|
||
Tabel 2. Hasil pengamatan Pertumbuhan Pucuk
(Kacang Panjang)
|
Jenis
|
Gambar
|
Interval
|
Pengamatan Pucuk
|
|
|
H0
|
H2
|
|||
|
Kecambah kacang panjang
|
![]() |
1
|
2 mm
|
7 mm
|
|
2
|
2 mm
|
9 mm
|
||
|
3
|
2 mm
|
8,4 mm
|
||
|
4
|
2 mm
|
7 mm
|
||
|
5
|
2 mm
|
6 mm
|
||
4.2
Pembahasan
Dari tabel hasil pengamatan diatas kita dapat melihat
laju pertumbuahan pada pucuk dan akar. Pertumbuhan pada tanaman terjadi pada
bagian tertentu, yang terdiri dari sejumlah sel baru yang dihasilkan dari
proses pembelahan sel di meristem. Lidyawati (2012), pertumbuhan pada ujung
jaringan meristem membentuk tunas, berupa tonjolan kecil yang akan berkembang
dan kemudian mempunyai bentuk seperti induknya dengan ukuran kecil. Tunas pada
tanaman dibentuk dalam tubuh induknya dengan cara pembelahan sel.
Pertumbuhan pada akar tanaman terus-menerus memberikan batang dan daun dengan air dan
mineral yang terlarut. Akar untuk
mencapai hal tersebut harus tumbuh ke daerah baru dari tanah. Pertumbuhan dan
metabolisme dari sistem akar tanaman didukung oleh proses fotosintesis yang
terjadi di daun. Struktur akar membantu dalam proses ini, dimana ujung akar
terdiri dari jaringan meristem yang sel-selnya berdinding tipis dan aktif
membelah diri membentuk sel baru (Mai
et al., 2014).
Pertumbuhan pada kacang tanah merupakan pertumbuhan yang
cenderung pada arah pertumbuhan akar. Pertumbuhan tanaman kacang tanah yang
optimal memerlukan kondisi lingkungan yang sesuai, karena kacang tanah sangat
peka terhadap perubahan kondisi lingkungan khusunya faktor iklim, tanah dan
biologi. Pertumbuhan pada akar kacang tanah akan baik apabila faktor tersebut
dapat terpenuhi oleh tanaman. Fungsi akar yaitu menyerap air dan garam-garam
mineral dari dalam tanah. Proses penyerapan air dan mineral dari tanah melalui
ujung akar atau rambut akar (Lubis dkk., 2013).
Pertumbuhan pada kacang panjang sangat dominan ke arah
pucuk karena tanaman kacang panjang termasuk tanaman merambat. Pembelahan
sel-sel pada jaringan meristem cenderung pada arah pucuk atau tajuk tanaman.
Pertumbuhan kacang panjang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu perlakuan
pemberian pupuk, persiapan benih varietas unggul, penanaman benih, dan
penyiraman. Pertumbuhan akan baik apabila faktor tersebut terpenuhi yang
bertujuan untuk menguatkan berdirinya tanaman dan menjaga kesuburan tanah
(Zaevi dkk., 2014).
Zona
pembelahan dan perkembangan ada tiga macam yaitu :
1. Zona pembelahan (zona meristematik), merupakan daerah
paling ujung dan terbentuknya sel-sel baru dan aktif membelah diri.
2. Zona pemanjangan, merupakan daerah hasil pembelahan sel
meristem.
3.
![]() |
![]() |
||
Zona diferensiasi (perubahan bentuk sel), terletak disebelah dalam daerah pemanjangan.
Berdasarkan tabel hasil pengamatan diatas menunjukkan
tanaman kacang tanah memiliki rata-rata interval tertinggi yaitu H2 10,4 mm.
Sedangkan pada kacang panjang memiliki
rata-rata interval tertinggi yaitu H2 9 mm. Maka perlakuan yang terbaik pada
pengamatan pertumbuhan tanaman yaitu pada kacang tanah yang memiliki rata-rata
interval H2 10,4 mm.
Pertumbuhan
pada akar tergantung kondisi PH tanah atau media. Pertumbuhan pada akar akan
cepat apabila terjadi pelepasan H+ dan anion organik dari akar. Proses
penyerapan air dan mineral juga melalui proses transpor aktif. Transpor aktif
adalah sistem energi ion-ion dan molekuh membran (selaput) sel dengan
menggunakan energi (Tomioka et al.,
2012).
Pertumbuhan
pada kacang tanah dapat ditingkatkan dengan pemupukan. Pemberian unsur-unsur
hara pada kacang tanah sangat berpengaruh pada pertumbuhan akar. Media tanam
yang mengandung oksigen yang mencukupi serta nitrogen dan fosfat sebagai sumber
nutrien. Faktor tersebut memberikan efek positif terhadap pertumbuhan tanaman
(Lubis dkk., 2013).
BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
1.
Tanaman selalu mengalami
proses pertumbuhan dan perkembangan yang berlangsung terbatas malalui proses
pembelahan sel di meristem.
2.
Pertumbhan dibagi menjadi
dua tahap yaitu tahap pembelahan sel dan pembesaran atau pemanjangan sel.
3.
Keberhasilan pada
pertumbuhan kecambah dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal.
Jika faktor internal dan eksternal tidak terpenuhi maka pertumbuhan pada kacang
tanah dan kacang panjang tidak akan maksimal.
5.2 Saran
Seharusnya perlakuan pada kecambah kacang tanah dan
kacang panjang dilakukan dengan iklim mikro yang sesuai. Iklkim mikro yang
sesuai maksudnya adalah memiliki intensitas cahaya, kebutuhan air, suhu, dan
kelembaban yang sesuai untuk perkecambahan.
DAFTAR
PUSTAKA
Anggraeni,
K. D., R. Agustrina dan T. Tripeni H. 2013. Anatomi Batang dan Stomata Tomat (lycopersicum esculentum) yang
Kikecambahkan di Bawah Pengaruh Medan Magnet 0,2mt. Sains & Teknologi V, 1(1) : 330-339.
Drisch, R. C. And Y. Stahl. 2015. Function and regulation of transcription factors involved in root apical
meristem and stem cell maintenance. Plant Sciences, 6 : 00-505.
Firdaus, LN., S. Wulandari dan G. D. Mulyeni.
2013. Pertumbuhan
Akar Tanaman Karet Pada Tanah Bekas Tambang
Bauksit dengan Aplikasi Bahan Organik. Biogenesis, 10(1) : 55- 63.
Harliana., W., Muslimin dan I. N.
Suwastika. 2012. Organogenesis
Tanaman Jeruk Keprok (citrus nobilis lour)
Secara In Vitro Pada Media MS Dengan Penambahanberbagai Konsentrasi IAA
(indole acetid acid) Dan BAP (benzyl amino purin). Natural Science, 1(1) : 34- 42
Lidyawati1, N. N., Waeniati,
Muslimin dan I. N. Suwastika. 2012. Perbanyakan Tanaman Melon (Cucumis melo L.)
Secara In Vitro Pada Medium Ms Dengan Penambahan Indole Acetic Acid (IAA)
Dan Benzil Amino Purin (BAP). Natural
Science, 1(1) : 43-52.
Lubis, A. I., Jumini dan Syafruddin. 2013. Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis Hypogeal L.)
Akibat Pengaruh Dosis Pupuk N Dan P Pada Kondisi Media Tanam Tercemar
Hidrokarbon. Agista, 17(3): 119-126.
Mai,
C. D., N. TP Phung, H. TM To, M. Gonin, G. T Hoang, K. L Nguyen, V. N Do, B. Courtois
and P. Gantet. 2014. Genes controlling root development in rice. Rice, 7(30) : 2-11.
Ngomuo, M., E. Mneney and P. Ndakidemi. 2013. The Effects of Auxins and Cytokinin on Growth and Development of (Musa
sp.) Var. “Yangambi” Explants in Tissue Culture. Plant Sciences,
4(1) : 2174-2180.
Soerodikoesoemo,
W. dan W. Santosa. 1987. Anatomi
Tumubuhan. Universitas Terbuka. Penerbit : Ksruniks Jakarta.
Soegiarto,
A., T. Koesoemaningrat., M. Natasaputra dan H. Akmal. 1991. Anatomi Tumbuhan. Institut Pertanian
Bogor. Penerbit : Gadjah Mada University Press.
Tomiako, R., C. Takenaka, M.
Maeshima, T. Tezuka and M. Kojima. 2012. Stimulation of Root Growth Induced by
Aluminum in Quercus serrata Thunb.
Is Related to Activity of Nitrate Reductase and Maintenance of IAA
Concentration in Roots. Plant Sciences, 3(1) : 1619-1674.
Zaevi, B., M. Napitupulu dan
P. Astuti. 2014. Respon Tanaman Kacang Panjang (Vigna Sinensis L.)
Terhadap Pemberian Pupuk Npk Pelangi Dan Pupuk Organik Cair Nasa. Agrifor, 13(1): 19-32.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar